Minggu, 17 Maret 2013

psikoterapi dan konseling

1. Jelaskan pengertian psikoterapi! Psikoterapi bila dilihat secara etimologis mempunyai arti sederhan, yakni “psyche” yang artinya jelas, yaitu ‘mind’ atau sederhananya : jiwa dan “therapy” dari Bahasa Yunani yang berarti “merawat” atau “mengasuh”, sehingga psikoterapi dalam arti sempitnya adalah “perawatan terhadap terhadap aspek kejiwaan” seseorang. 2. Sebutkan dan jelaskan tujuan psikoterapi! - Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikodinamik menurut Ivey, et al (1987) membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama. - Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikoanalisis menurut corey (1991) membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Membuat klien dalam menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman yang sudah lewat dan bekerja melalui konflik-konflik yang ditekan melalui pemahaan intelektual. - Tujuan psikoterapi dengan pendekatan Rogerian, terpusat pada peribadi, menurut Ivey, et al ( 1987) untuk memberikan jalan terhadap potensi yang dimiliki seseorang menemukan sendiri arahnya secara wajar dan menemukan dirinya sendiri secara nyata atau ideal dan mengeksplorasi emosi yang majemuk serta memberikan memberikan jalan bagi pertumbuhan dirinya yang unik. - Tujuan psikoterapi dengan pendekatan behavioristik, dijelaskan oleh Ivey, et al (1987) untuk menghilangkan kesalahan dalam belajar dan berperilaku dan untuk menggati dangan pola-pola perilaku yang lebih bisa menyesuaikan. Arah perubahan perilaku yang khusus ditentukan oleh klien. 3. Sebutkan dan jelaskan unsur psikoterapi! Macam-macam psikoterapi menurut Nurhayati (2011): 1. Terapi Aqua Energetic Terapi aqua energetic adalah sebuah terapi yang menggunakan pemanfaatan tenaga air yang biasanya dilakukan dalam bentuk terapi kelompok. Proses terapi ini untuk memfasilitasi sekelompok orang yang melakukan relaksasi dari sekelompok ketegangan otot kronis dengan cara memperbaiki proses pernafasan secara alami, dalam sebuah kolam yang disesuaikan dengan temperature tubuh. Lingkungan kolam yang hangat memudahkan pengurangan maupun pelepasan tekanan emosi dan kejadian-kejadian traumatik seseorang untuk meningkatkan personalitas yang sehat. 2. Terapi Covert Conditioning Terapi covert conditioning adalah sebuah terapi dengan proses pengkondisian yang tersembunyi dimana klien diminta untuk membayangkan tentang tingkah laku yang dianggap tidak menyenangkan. 3. Terapi Focusing Terapi focusing adalah suatu jenis introspeksi khusus dengan cara ,memusatkan pikiran dan perhatian, baik dengan pikiran yang rendah maupun yang lebih kompleks dan abstrak. Dalam focusing seseorang tidak memikirkan tentang suatu permasalahan atau menganalisanya, tapi dia merasakannya secara tiba-tiba. 4. Terapi Multimodal Terapi multimodal adalah suatu pendekatan psikoterapi yang komprehensif yang mencakup tujuh modalitas interaksi yang dapat mempengaruhi pola sikap hidup manusia yang terdiri dari: Behaviour (B), Affect (A), Sensation (S), Imagery (I), Cognition (C),Interpersonal Relationships (I), dan Drugs (D) atau faktor biologis. Teknik ini menggunakan suatu perspektif pembelajaran sosial yang luas untuk mencatat perkembangan dan perubahan pribadi. 5. Terapi poetry Poetry therapy adalah salah satu terapi yang menggunakan sebuah puisi dalam pengobatan. Proses pengobatan ini bisa dilakukan secara individual maupun kelompok. Puisi berdasarkan pengalaman pengobatan adalah sebbuah fenomena yang bersifat tidak tetap dan metode tambahan yang digunakan sebagai pelengkap pada psikoterapi pada umumnya. 6. Terapi Feminis Yang melatar belakangi terapi ini adalah survey yang pernah dilakukan oleh APA (American Psychological Association) membenarkan adanya bias gender dalam penggunaan psikoterapi, yaitu: a. Terapis memelihara paradigma tradisional terhadap peran domestik perempuan. b. Klien perempuan tidak mendapatkan penghargaan secara moral oleh terapis, dan terapis membatasi harapan klien perempuan untuk menggali potensi-potensi mereka. c. Terapis cenderung memegang teguh konses psikoanalisis Freudian yang berkaitan dengan peran seks yang disosialisasikan dalam keluarga. d. Terapis menempatkan klien perempuan sebagai objek seks sehingga dalam batas-batas tertentu masih mengindikasikan pelecehan peran perempuan. 4. Sebutkan dan jelaskan perbedaan antara psikoterapi dengan konseling! 1) Konseling dan psikoterapi dapat dipandang berbeda lingkup pengertian antara keduanya. Istilah “psikoterapi” mengandung arti ganda. Pada satu segi, ia menunjuk pada sesuatu yang jelas, yaitu satu segi, ia menunjuk pada seuatu yang jelas, yaitu satu bentuk terapi psikologis 2) Konseling lebih berfokus pada konseren, ikhwal, masalah, pengembangan-pendidikan-pencegahan. Sedangkan psikoterapi lebih memfokus pada konseren atau masalah penyembuhan-penyesuaian-pengobatan. 3) Konseling dijalankan atas dasar ( atau dijiwai oleh) filsafah atau pandangan terhadap manusia, sedangkan psikoterapi dijalankan berdasarkan ilmu atau teori kepribadian dan psikopatologi. 4) Konseling dan psikoterapi berbeda tujuan dan cara mencapai tujuan masing-masing. 5. jelaskan mengenai pendekatan psikoterapi terhadap mental illnes! Ada 5 pendekatan metode psikologi yang bisa digunakan terapi dalam ilmu psikoterapi. Yaitu : - Psikoanalisis dan Psikodinamika Melakukan pendekatan dengan mengetahui permasalahannya di alam bawah sadar si klien. Tujuannya agar si pasien dapat menemukan penyebab masalahnya di alam bawah sadar dan mencari solusi yang terbaik. Metode psikoterapi yang termasuk dalam psikodinamika diantaranya adalah ego state therapy, part therapy, free association dan lain – lain. - Behavior Therapy Pendekatan yang berfokus pada hokum pembelajaran, yang dimana perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar. Intinya adalah manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asosiasi. Sebagai contoh seseorang fobia tikus, perilaku ini jika ditelusuri lebih dalam disebabkan ketika subjek masih kecil sering melihat orang lain ketakutan jika bertemu tikus jadi perilaku takut akan tikus terbawa oleh subjek. - Terapi Kognitif Pendekatan yang berfokus pada perilaku manusia yang dipengaruhi oleh pikirannya. Tujuannya adalah mengubah pola piker dengan cara meningkatkan kesadaran rasional. Metode psikoterapi yang termasuk dalam kognitif diantaranya adalah Rational emotive therapy, Cognitive analytic therapy, Guided discovery dan lain – lain. - Terapi Humanistic Pendekatan yang menjelaskan bahwa manusia itu memiliki kepribadian yang unik sehingga bisa dibilang manusia itu sendiri bisa menyelesaikan masalahnya karena tiap manusia memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan hidupnya. Psikoterapi dalam terapi humanistic lebih cenderung pada memunculkan kesadaran klien untuk melakukan perubahan dalam dirinya. Metode psikoterapi yang termasuk dalam humanistic adalah gestalt, sensitivity training, existential psychotherapy dan lain – lain. - Integrative Therapy Gabungan dari beberapa terapi karena klien tidak bisa ditolong dengan 1 terapi. 6. Sebutkan dan jelaskan bentuk utama terapi! A. Terapi supportive Suatu terapi yang tidak merawat atau memperbaiki kondisi yang mendasarinya, melainkan meningkatkan kenyamanan pasien. B. Penyembuhan Reedukatif (Reeducative Therapy) Suatu metode pnyembuhan yang mempunyai bertujuan untuk mengusahakan penyesuaian kembali, perubahan atau modifikasi sasaran/tujuan hidup, dan untuk menghidupkan kembali potensi. C. Penyembuhan Rekonstruktif (Reconstructive Therapy) Penyembuhan rekonstruktif mempunyai tujuan untuk menimbulkan pemahaman terhadap konflik yang tidak disadari agar terjadi perubahan struktur karakter dan untuk perluasan pertunbuhan kepribadian dengan mengembangkan potensi. Referensi: Nelson-Jones, R. (2011). Teori dan praktik konseling dan terapi. Translation from english language edtion: Theory and practice counceling and therapy. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nurhayati, Eti. (2011). Bimbingan, konseling, & psikoterapi inovatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa. (2004). Konseling dan psikoterapi. Jakarta: PT. Bpk Gunung Mulia.

Rabu, 25 April 2012

Rogers

Pendapat rogers : memahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut rogers, yang meliputi 1. Perkembangan kepribadian atau “self” Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman - pengalaman yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya. 2. Peranan positive regard dalam pembentukn kepribadian individu Kebutuhan tersebut disebut “need for positive regard” Kebutuhan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu : 1. conditional positive regard (bersyarat), 2. unconditional positive regard (tak bersyarat). Contohnya, seorang atlet cilik yang ingin selalu diperhatikan oleh orangtunya dan pelatihnya dan selalu ingin dipuji akan prestasinya yang selama ini ia gapai. 3. Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya Pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan Daftar pustaka: Suryabrata Sumadi, B.A., M.A., Ed.S., Ph.D. Psikologi Kepribadian. PT Raja Grafindopersada. Jakarta. 2008 Hall S. Calvin & Lindzey Gardner. Teori-teori psikodinamik (klinis). KANISIUS (Anggota IKAPI). Yogyakarta. 1993

Kamis, 22 Maret 2012

Konsep sehat dan sejarah perkembangan kesehatan mental

1. Tuliskan konsep sehat itu apa dan jelaskan dimensinya! Fisik, emosi, spiritual, sosial, dan intelektual.
2. Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental

JAWAB!!!

1. Apakah kesehatan memang bisa dimengerti secara sederhana, yaitu sebagai suatu keadaan tidak adanya penyakit? Tampaknya memang demikian. Buku teks klasik Harrison‘s Principles of Internal Medicine yang memuat kompodiem mengenai penyakit, tidak pernah memuat petunjuk-petunjuk untuk memulihkan dan menjaga kesehatan. Buku ini memuat deskripsi bagaimana mengobatin penyakit-penyakit tertentu. Sehat dan kesehatan tidak pernah dibahas secara eksplisit sehingga istilah kesehatan bahkan tidak tercantum di dalam indeks buku teersebut (Joesoef, 1990 ). Freund (1991) dengan mengutip the International Dictionary of Medicine and Biology, mendifisinikan kesehatan sebagai “suatu kondisi yang dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagiannya, dan dicirikan oleh fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit”, juga sampai pada kesimpulan mengenai kesehatan sebagai suatu keadaan tidak adanya penyakit sebagai salah satu ciri kalau organisme disebut sehat. Sekali lagi, pemahaman mengenai kesehatan umumnya masih berfokus pada masalah fisik dan bertitik tolak pada masalah ada tidaknya penyakit.
Seseorang yang memiliki fisik sempurna dapat dikatakan sehat karena tidak terdapat kekurangan didalam tubuhnya. Orang yang memiliki fisik sempurna seharusnya lebih bersyukur karena ia diciptakan lebih baik daripada orang-orang yang tidak memiliki kondisi fisik yang sempurna. Orang yang sehatpun dalam tingkatan emosi cenderung normal. Bisa mengungkapkan emosinya secara baik, misalnya saat sedang bahagia ia tersenyum dan saat sedang bersedih ia menangis. Dalam hal sosialpun ia bisa berinteraksi dengan, bersahabat, percaya diri dan banyak mempunyai teman. Tidak ketinggalan dalam hal spiritual, ia memiliki kesadaran diri yang tinggi, seperti bagaimana menghadapi orang lain yang tentunya memiliki sifat yang berbeda, bagaimana bertindak dalam segala hal, dan lain-lain. Yang terakhir adalah intelektual. Seseorang yang sehat biasanya memiliki intelektual yang tinggi, berpengetahuan luas, selalu ingin tahu dan tidak pernah berhenti mencoba.

2. Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama kerena masalah metal bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat dimatikan dan dilahirkan. Berbeda dengan gengguan fisik yang dapat dengan relatif mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental sering sekali tidak terdeteksi. Sekalipun oleh anggota keluarga sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama-sama sehingga tingkah laku- tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental, dianggap hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.
Khusus untuk msyarakat Indonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum begitu mendapat perhatian yang serius. Krisis yang saat ini melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang berfikir, kurang memperhatikan hal-hal preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat. Tingkat pendidikan yang beragam dan terbatasnya pengetahuan mengenai perilaku manusia turut
Membawa dampak kurangnya kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mestinya mandapat pertolongan di bidang kesehatan mental. Faktor budaya pun seringkali membuat masyarakat memiliki pandangan yang beragam mengenai penderita gangguan mental. Oleh karena itu, berikut disajikan sejarah mengenai perkembangan kesehatan mental, terutama di Amerika dan Eropa. Semoga uraian sejarah berikut dapat menjadi referensi berbagai pandangan mengenai kesehatan mental yang saat ini ada di Indonesia.


Daftar pustaka:
Siswanto, S,psi. Msi. 2007. Kesehatan mental. Yoryakarta: andi
Yustinus, Drs, Msc.OFM.1991. Psikologi pertumbuhan. Yogyakarta: kanisus.
Supratiknya, a, Dr. 1993. Teori-teori Psikodinamik (klinis). Yogyakarta. Kanisus.

kesehatan mental 1

1. Jelaskan bagaimana kepribadian dapat berkembang?
a. Jelaskan menurut teori perkembangan kepribadian menurut Erikson!
b. Jelaskan menurut teori perkembangan kepribadian menurut Freud!
2. Jelaskan mengenai apa itu kepribadian sehat?
3. Tuliskan konsep sehat itu apa dan jelaskan dimensinya! Fisik, emosi, spiritual, sosial, dan intelektual.
4. Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental!

JAWAB!!!
1. a. Teori perkembangan kepribadian yang dikemukakan Erik Erikson merupakan salah satu teori yang memiliki pengaruh kuat dalam psikologi. Bersama dengan Sigmund Freud, Erikson mendapat posisi penting dalam psikologi. Hal ini dikarenakan ia menjelaskan tahap perkembangan manusia mulai dari lahir hingga lanjut usia; satu hal yang tidak dilakukan oleh Freud. Selain itu karena Freud lebih banyak berbicara dalam wilayah ketidaksadaran manusia, teori Erikson yang membawa aspek kehidupan sosial dan fungsi budaya dianggap lebih realistis. Teori Erikson dikatakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena didasarkan pada tiga alasan. Alasan yang pertama, karena teorinya sangat representatif dikarenakan memiliki kaitan atau hubungan dengan ego yang merupakan salah satu aspek yang mendekati kepribadian manusia. Kedua, menekankan pada pentingnya perubahan yang terjadi pada setiap tahap perkembangan dalam lingkaran kehidupan, dan yang ketiga/terakhir adalah menggambarkan secara eksplisit mengenai usahanya dalam mengabungkan pengertian klinik dengan sosial dan latar belakang yang dapat memberikan kekuatan/kemajuan dalam perkembangan kepribadian didalam sebuah lingkungan. Melalui teorinya Erikson memberikan sesuatu yang baru dalam mempelajari mengenai perilaku manusia dan merupakan suatu pemikiran yang sangat maju guna memahami persoalan/masalah psikologi yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern seperti ini. Oleh karena itu, teori Erikson banyak digunakan untuk menjelaskan kasus atau hasil penelitian yang terkait dengan tahap perkembangan, baik anak, dewasa, maupun lansia.
b. Freud mungkin merupakan psikolog pertama yang menekankan aspek-aspek perkembangan kepribadian dan terutama menekankan peranan menentukan dari tahun-tahun awal masa bayi dan kanak-kanak dalam meletakkan struktur watak dasar sang pribadi. Memang, Freud berpendapat bahwa kepribadian telah cukup terbentuk pada akhir tahun kelima, dan bahwa perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan elaborasi terhadap struktur dasar itu.
Kepribadian berkembangan sebagai respon terhadap empat sumber tegangan pokok, yaitu:
1. Proses-proses pertumbuhan fisiologis,
2. Frustasi-frustasi
3. Konflik-konflik, dan
4. Ancaman-ancaman.
Sebagai akibat langsung dari meningkatnya tegangan yang ditimbukan oleh sumber-sumber ini, sang pribadi terpaksa mempelajari cara-cara baru mereduksikan tegangan. Proses belajar inilah yang dimaksudkan dangan perkembangan kepribadian. (Untuk pembahasan yang lebih jelas tentang teori belajar Freud, lihat Hilgard dan Bower, 1975.)

2. Apakah itu kepribadian yang sehat? Apakah sifat-sifat orang yang memiliki kepribadian yang sehat? Bagaimanakah tingkahlaku, pikiran serta perasaan orang ini? Dapatkah anda atau saya menjadi pribadi yang sehat?
Pertanyaan-pertanyaan ini terus-menerus ditanyakan bukan hanya oleh ahli-ahli psikologi tetapi juga oleh berjuta-juta orang lain. Dapat diramalkan, tidak jauh di balik prtanyaan-pertanyaan ini, telah muncul bermacam-macam jawaban.
Sejumlah besar orang Amerika mancari-cari dalam kelompok, menyelidiki, dan menyikapkan diri batiniah (dan badan) mereka dalam sensitivity sessions, T-groups, dan sejumlah bentuk encounter therapy lainnya. Penjahat-penjahat, pencandu-pencandu obat bius, mahasiswa-mahasiswa, dan guru-guru, pekerja-pekerja, dan pemimpin-pemimpin perusahaan,orang muda dan orang tua orang gemuk dan orang kurus rupanya menemukan dalam pengalaman-pengalaman itu dan dimensi-dimensi dan potensi-potensi dalam kepribadian mereka yan tidak pernah disadari bahwa mereka memilikinya.
Pokok dari gerakan yang sehat populer ini ialah menemukan serta merumuskan suatu kepribadian yang lebih sehat. Tekanan tidak begitu banyak pada penyembuhan konflik-konflik yang ada hubungannya dengan masa kanak-kanak dan luka-luka emosional pada masa lampau dibandingkan dengan pada pelepasan sumber-sumber yang tersembunyi dari bakat, kreativitas, energi, dan dorongan. Fokusnya ialah ke arah apa seseorang dapat menjadi, bukan ke arah apa yang telah terjadi atau ada pada saat ini.
Studi tentang potensi manusia untuk pertumbuhan sudah lama diabaikan dalam psikologi yang pertama-tama memeriksa sakit jiwa bukan ksehatan jiwa. Akan tetapi dalam tahun-tahun belakan ini, ahli-ahli psikologi yang jumlahnya meningkat mulai mengakui kapasitas untuk bertumbuh dan berkembang dalam kepribadian manusia.
“ahli-ahli psikologi pertumbuhan” ini (kebanyakan diantara mereka memandang diri mereka sebagai ahli-ali psikologi humanistik) tlah memiliki suatu pandangan yang segar terhadap kodrat manusia. Apa yang mereka liahat adalah suatu tipe orang yang berbeda dari apa yang digambarkan oleh behaviorisme dan psikoanalisis, bentuk-bentuk psikologi tradisional.

3. Apakah kesehatan memang bisa dimengerti secara sederhana, yaitu sebagai suatu keadaan tidak adanya penyakit? Tampaknya memang demikian. Buku teks klasik Harrison‘s Principles of Internal Medicine yang memuat kompodiem mengenai penyakit, tidak pernah memuat petunjuk-petunjuk untuk memulihkan dan menjaga kesehatan. Buku ini memuat deskripsi bagaimana mengobatin penyakit-penyakit tertentu. Sehat dan kesehatan tidak pernah dibahas secara eksplisit sehingga istilah kesehatan bahkan tidak tercantum di dalam indeks buku teersebut (Joesoef, 1990 ). Freund (1991) dengan mengutip the International Dictionary of Medicine and Biology, mendifisinikan kesehatan sebagai “suatu kondisi yang dalam keadaan baik dari suatu organisme atau bagiannya, dan dicirikan oleh fungsi yang normal dan tidak adanya penyakit”, juga sampai pada kesimpulan mengenai kesehatan sebagai suatu keadaan tidak adanya penyakit sebagai salah satu ciri kalau organisme disebut sehat. Sekali lagi, pemahaman mengenai kesehatan umumnya masih berfokus pada masalah fisik dan bertitik tolak pada masalah ada tidaknya penyakit.
Seseorang yang memiliki fisik sempurna dapat dikatakan sehat karena tidak terdapat kekurangan didalam tubuhnya. Orang yang memiliki fisik sempurna seharusnya lebih bersyukur karena ia diciptakan lebih baik daripada orang-orang yang tidak memiliki kondisi fisik yang sempurna. Orang yang sehatpun dalam tingkatan emosi cenderung normal. Bisa mengungkapkan emosinya secara baik, misalnya saat sedang bahagia ia tersenyum dan saat sedang bersedih ia menangis. Dalam hal sosialpun ia bisa berinteraksi dengan, bersahabat, percaya diri dan banyak mempunyai teman. Tidak ketinggalan dalam hal spiritual, ia memiliki kesadaran diri yang tinggi, seperti bagaimana menghadapi orang lain yang tentunya memiliki sifat yang berbeda, bagaimana bertindak dalam segala hal, dan lain-lain. Yang terakhir adalah intelektual. Seseorang yang sehat biasanya memiliki intelektual yang tinggi, berpengetahuan luas, selalu ingin tahu dan tidak pernah berhenti mencoba.

4. Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama kerena masalah metal bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat dimatikan dan dilahirkan. Berbeda dengan gengguan fisik yang dapat dengan relatif mudah dideteksi, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental sering sekali tidak terdeteksi. Sekalipun oleh anggota keluarga sendiri. Hal ini lebih karena mereka sehari-hari hidup bersama-sama sehingga tingkah laku- tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental, dianggap hal yang biasa, bukan sebagai gangguan.
Khusus untuk msyarakat Indonesia, masalah kesehatan mental saat ini belum begitu mendapat perhatian yang serius. Krisis yang saat ini melanda membuat perhatian terhadap kesehatan mental kurang berfikir, kurang memperhatikan hal-hal preventif untuk menjaga mental supaya tetap sehat. Tingkat pendidikan yang beragam dan terbatasnya pengetahuan mengenai perilaku manusia turut
Membawa dampak kurangnya kepekaan masyarakat terhadap anggotanya yang mestinya mandapat pertolongan di bidang kesehatan mental. Faktor budaya pun seringkali membuat masyarakat memiliki pandangan yang beragam mengenai penderita gangguan mental. Oleh karena itu, berikut disajikan sejarah mengenai perkembangan kesehatan mental, terutama di Amerika dan Eropa. Semoga uraian sejarah berikut dapat menjadi referensi berbagai pandangan mengenai kesehatan mental yang saat ini ada di Indonesia.













Daftar pustaka:
Siswanto, S,psi. Msi. 2007. Kesehatan mental. Yoryakarta: andi
Yustinus, Drs, Msc.OFM.1991. Psikologi pertumbuhan. Yogyakarta: kanisus.
Supratiknya, a, Dr. 1993. Teori-teori Psikodinamik (klinis). Yogyakarta. Kanisus.

Jumat, 09 Desember 2011

dampak interaksi via internet yang berhubungan dengan psikologi

Dialog Sosial Via Internet Yang Berhubungan Dengan Psikologi

Seiring perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi(IPTEK) di dunia maupun di Indonesia, sebaiknya kita tidak hanya melihat manfaat yang diberikan, tetapi juga tidak sedikit dampak negatif yang dapat ditimbulkan.
Di era globalisasi ini bisa terbilang semua serba gadget, contohnya laptop dan handphone, koneksi internet dapat dengan mudah diakses dengan kedua gadget ini. Orang banyak mencari handphone yang canggih, selain dapat digunakan untuk komunikasi, juga dapat digunakan untuk koneksi internet(GPRS), seperti chatting, dll.
Pemakaian internet sangat mudah, cepat, dan cenderung dapat dijangkau oleh ‘semua umur’. Orang yang tidak punya media tsb juga tidak jarang pergi ke rental/warnet. Karena dapat dijangkau oleh ‘semua umur’ tetapi internet mencakup global, jadi ada ‘hal-hal’ yang tidak pantas dilihat oleh anak di bawah umur, seperti pornografi, karena akan ada dampak psikologis pada anak yang dikhawatirkan anak akan matang sebelum waktunya. Oleh karena itu pemakaian internet pada anak di bawah umur harus dengan pengawasan. Bukan hanya untuk anak-anak, tetapi remaja pun harus terkontrol, karena remaja masih labil dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Selain itu, penggunaan internet secara adiktif juga dapat membuat seseorang lupa waktu, kecenderungan susah berhenti dan akhirnya kecanduan(Internet Addiction Disorder/IAD). Jika kita sudah sulit mengkontrol, maka akan semakin banyak yang terabaikan. Contohnya: makan menjadi tidak teratur, tidur tidak teratur, kelelahan fisik, kegagalan dalam mengatur waktu(individu yang teradiktif mengatakan akan bermain game online sebentar), kegagalan menyelesaikan tugas(untuk karyawan yang menggunakan internet tidak untuk pekerjaannya), kegagalan pendidikan/pekerjaan(jika tidak digunakan sesuai ‘tempatnya’), serta gangguan psikologis. seorang psikiater dari New York university, menemukan adanya gangguan kejiwaan pada individu yang teradiktif internet, ia menyebutnya sebagai Truman Show Delusion, beberapa ahli lain menyebutnya sebagai internet delusion. Perilaku ini seperti gangguan delusi pada umumnya, individu seperti merasa dimatai-matai, berbicara sendiri menyangkut internet, pikiran yang tenggelam dengan dunia maya.
Dampak sosial yang juga dapat ditimbulkan, interaksi dengan dunia luar terganggu(agak sulit berkomunikasi), misalnya seseorang yang tidak dapat berinteraksi langsung (bertatap muka) dengan baik(cenderung pemalu), akan lebih nyaman menggunakan layanan internet, seperti YM, chatting, situs jejaring sosial, dll.
Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet. Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari masalah ini adalah tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.

Selain itu internet juga dapat disalahgunakan oleh orang, misalnya hacker, berhati-hatilah dalam penggunaannya, serta dalam situs jejaring sosial, sedang marak kasus orang jahat yang memanfaatkan situasi tertentu.
Tapi jangan takut hanya karena kasus tersebut, kita hanya perlu berhati-hati dan jangan gegabah dalam mengambil keputusan agar tidak terjerumus pada hal-hal tersebut, karena meskipun banyak dampak negatif dari psikologi yang dapat ditimbulkan dari penggunaan internet secara adiktif, tetapi banyak juga manfaat dari penggunaan internet, jadi kita tetap membutuhkan internet, selain di era globalisasi ini semua serba canggih, dan kita tetap harus mengikuti perkembangan jaman, tetapi dengan ‘kadarnya’.
Adanya internet juga membantu kita dalam berbagai hal, misalnya proses kerja dapat dilakukan dengan internet dan menghemat biaya juga karena tidak perlu menyewa tempat dan pegawai, dapat dilakukan sendiri. Belanja tidak perlu ke mall (sudah banyak online store). Keperluan studi jadi lebih mudah, pengiriman tugas dengan e-mail jika dosen tidak hadir. Adanya tes psikologi secara online. Segalanya dapat diakses dengan internet, misalnya pemesanan tiket pesawat dapat melalui internet, bank pun dapat di akses di internet, tetapi posisi pihak agen, distributor dan whole saler terancam. Bank menjadi maya, dan kantor berdampak virtual karena pekerjaan dapat di kerjakan dimana saja. Situs jejaring sosial yang sedang marak juga memberikan dampak positif, kita bisa bersosialisasi dengan teman lama walaupun jarak jauh.
Dampak teknologi internet yang maju dengan pesat ini akan dan telah merubah pola kehidupan manusia. Walaupun saat ini baru sebagian orang yang sudah terbiasa menggunakan internet, namun kecepatan internet memasuki kehidupan manusia sunguh luar biasa. Di Amerika Serikat sudah lebih dari 25 persen rumah tangga yang memiliki komputer yang memiliki akses internet (Tappscott, 1996). Walaupun belum ada data resmi berapa persen dari rumah tangga yang memiliki komputer dan akses pada internet di Indonesia, kini makin banyak rumah tangga yang memiliki komputer dan akses pada internet. Internet memang salah satu bukti kemajuan teknologi, dan era globalisasi, tetapi tetaplah kita harus waspada dengan dampak yang ditimbulkan.

pendapat saya : menurut saya bagus dengan adanya fasilitas tersebut karena dengan adanya fasilitas tersebut kita bisa dengan mudah mendapatkan informasi-informasi dalam waktu yang singkat.

dampak interaksi via internet yang berhubungan dengan psikologi

Dialog Sosial Via Internet Yang Berhubungan Dengan Psikologi

Seiring perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi(IPTEK) di dunia maupun di Indonesia, sebaiknya kita tidak hanya melihat manfaat yang diberikan, tetapi juga tidak sedikit dampak negatif yang dapat ditimbulkan.
Di era globalisasi ini bisa terbilang semua serba gadget, contohnya laptop dan handphone, koneksi internet dapat dengan mudah diakses dengan kedua gadget ini. Orang banyak mencari handphone yang canggih, selain dapat digunakan untuk komunikasi, juga dapat digunakan untuk koneksi internet(GPRS), seperti chatting, dll.
Pemakaian internet sangat mudah, cepat, dan cenderung dapat dijangkau oleh ‘semua umur’. Orang yang tidak punya media tsb juga tidak jarang pergi ke rental/warnet. Karena dapat dijangkau oleh ‘semua umur’ tetapi internet mencakup global, jadi ada ‘hal-hal’ yang tidak pantas dilihat oleh anak di bawah umur, seperti pornografi, karena akan ada dampak psikologis pada anak yang dikhawatirkan anak akan matang sebelum waktunya. Oleh karena itu pemakaian internet pada anak di bawah umur harus dengan pengawasan. Bukan hanya untuk anak-anak, tetapi remaja pun harus terkontrol, karena remaja masih labil dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Selain itu, penggunaan internet secara adiktif juga dapat membuat seseorang lupa waktu, kecenderungan susah berhenti dan akhirnya kecanduan(Internet Addiction Disorder/IAD). Jika kita sudah sulit mengkontrol, maka akan semakin banyak yang terabaikan. Contohnya: makan menjadi tidak teratur, tidur tidak teratur, kelelahan fisik, kegagalan dalam mengatur waktu(individu yang teradiktif mengatakan akan bermain game online sebentar), kegagalan menyelesaikan tugas(untuk karyawan yang menggunakan internet tidak untuk pekerjaannya), kegagalan pendidikan/pekerjaan(jika tidak digunakan sesuai ‘tempatnya’), serta gangguan psikologis. seorang psikiater dari New York university, menemukan adanya gangguan kejiwaan pada individu yang teradiktif internet, ia menyebutnya sebagai Truman Show Delusion, beberapa ahli lain menyebutnya sebagai internet delusion. Perilaku ini seperti gangguan delusi pada umumnya, individu seperti merasa dimatai-matai, berbicara sendiri menyangkut internet, pikiran yang tenggelam dengan dunia maya.
Dampak sosial yang juga dapat ditimbulkan, interaksi dengan dunia luar terganggu(agak sulit berkomunikasi), misalnya seseorang yang tidak dapat berinteraksi langsung (bertatap muka) dengan baik(cenderung pemalu), akan lebih nyaman menggunakan layanan internet, seperti YM, chatting, situs jejaring sosial, dll.
Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet. Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari masalah ini adalah tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.

Selain itu internet juga dapat disalahgunakan oleh orang, misalnya hacker, berhati-hatilah dalam penggunaannya, serta dalam situs jejaring sosial, sedang marak kasus orang jahat yang memanfaatkan situasi tertentu.
Tapi jangan takut hanya karena kasus tersebut, kita hanya perlu berhati-hati dan jangan gegabah dalam mengambil keputusan agar tidak terjerumus pada hal-hal tersebut, karena meskipun banyak dampak negatif dari psikologi yang dapat ditimbulkan dari penggunaan internet secara adiktif, tetapi banyak juga manfaat dari penggunaan internet, jadi kita tetap membutuhkan internet, selain di era globalisasi ini semua serba canggih, dan kita tetap harus mengikuti perkembangan jaman, tetapi dengan ‘kadarnya’.
Adanya internet juga membantu kita dalam berbagai hal, misalnya proses kerja dapat dilakukan dengan internet dan menghemat biaya juga karena tidak perlu menyewa tempat dan pegawai, dapat dilakukan sendiri. Belanja tidak perlu ke mall (sudah banyak online store). Keperluan studi jadi lebih mudah, pengiriman tugas dengan e-mail jika dosen tidak hadir. Adanya tes psikologi secara online. Segalanya dapat diakses dengan internet, misalnya pemesanan tiket pesawat dapat melalui internet, bank pun dapat di akses di internet, tetapi posisi pihak agen, distributor dan whole saler terancam. Bank menjadi maya, dan kantor berdampak virtual karena pekerjaan dapat di kerjakan dimana saja. Situs jejaring sosial yang sedang marak juga memberikan dampak positif, kita bisa bersosialisasi dengan teman lama walaupun jarak jauh.
Dampak teknologi internet yang maju dengan pesat ini akan dan telah merubah pola kehidupan manusia. Walaupun saat ini baru sebagian orang yang sudah terbiasa menggunakan internet, namun kecepatan internet memasuki kehidupan manusia sunguh luar biasa. Di Amerika Serikat sudah lebih dari 25 persen rumah tangga yang memiliki komputer yang memiliki akses internet (Tappscott, 1996). Walaupun belum ada data resmi berapa persen dari rumah tangga yang memiliki komputer dan akses pada internet di Indonesia, kini makin banyak rumah tangga yang memiliki komputer dan akses pada internet. Internet memang salah satu bukti kemajuan teknologi, dan era globalisasi, tetapi tetaplah kita harus waspada dengan dampak yang ditimbulkan.

Dampak Positif :
- Banyak mengetahui berita-berita yang ada dalam negri maupun luar negri
- Yang tadinya tidak tahu tentang sumber-sumber berita berasal , menjadi tahu
- Menambah kreatifitas dan intelek seseorang
- Menambah pembelajaran secara tidak langsung
- Dapat membantu antar sesama ketika kita melihat sebuah berita terdapat bencana

Minggu, 23 Oktober 2011

Menggambarkan Orang dari Web

Nama : Siti sara
Kelas : 2PA 09
Npm : 16510617

Menurut saya dari warna dan tampilan blog disamping gamabaran sifat orang yang memilikinya adalah:
1 Orangnya selalu ceria atau periang,
2 Selalu tersenyum,
3 Orangnya agak ribet,
4 Tetapi kreatif.